Pengertian,Fungsi, Dan Peranan Lembaga Pendidikan



BAB I
PENDAHULUAN

            Pendidikan adalah usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan. [1] Usaha-usaha yang dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai dan norma-norma tersebut serta mewariskannya kepada generasi berikutnya untuk dikembangkan dalam hidup dan kehidupan yang terjadi dalam suatu proses pendidikan. Sehingga, pendidikan memiliki fungsi dan peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia.
            Pendidikan berfungsi untuk memberikan arah terhadap pertumbuhan dan perkembangan manusia dan lingkungannya. Pertumbuhan dan perkembangan dan perubahan tersebut harus terorganisasi dan diarahkan sedemikian rupa menuju kepada tujuan akhir pendidikan sebagaimana yang telah ditetapkan. Untuk itu srana pendidikan atau lembaga-lembaga pendidikan merupakan penyalur pendidikan itu sendiri.
            Adanya aktivitas dan lembaga-lebaga pendidikan merupakan jawaban atas problema dari perkembangan manusia itu sendiri. Pendidikan yang akan membentuk dan membina bentuk-bentuk dengan tingkah laku tertentu dalam keadaan tertentu, maka lembaga-lembaga pendidikan menghendaki perlakuan tertentu pula. Peranan lembaga-lembaga pendidikan itu berbeda-beda, tergantung pada lingkungan mana lembaga itu berdiri, keluarga, sekolah maupun masyarakat yang saling berhubungan satu sama lain.
            Dalam pembahasan kali ini kami membahas mengenai fungsi pendidikan dalam kehidupan manusia serta peranan lembaga pendidikan pada bab pembahasan.
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Fungsi Pendidikan dalam Kehidupan Manusia
Fungsi pendidikan dalam hidup dan kehidupan manusia diakui bahwa pendidikan sebagai satu kekuatan (Education as Power) yang menentukan prestasi dan produktivitas di bidang yang lain. Menurut Theodori Brameld bahwa: “edication as power means competent and strang enough to eneble us, the majority of people, to decide what kind of a world we want and how to achieve that kind world”.[2]  Yaitu pendidikan sebagai kekuatan berarti mempunyai kewenangan dan cukup kuat bagi kita, bagi rakyat untuk menentukan satu dunia yang macam apa yang kita inginkan dan bagaimana mencapai dunia semacam itu.
            Kemudian fungsi pendidikan menurut Robert W. Richey dalam bukunya “Planning for Teaching and Introduction to Education”. Mengatakan:
The term “Education” refers to the broad function of preserving and improving the life of the group through bringing new members into its shared concerns. Education is thus a far broader process than that which occurs in schools. It is an essential social activity by which communities continue to exist. In complex communities this function is specialized and institusionalized in formal education, but there is always the education, out side the school with which the formal process is related.[3]

            Menurut Prof. Richey tersebut bahwa istilah pendidikan berkenaan dengan fungsi yang luas dari pemeliharaan dan perbaikan kehidupan suatu masyarakat terutama membawa warga masyarakat yang baru mengenai tanggung jawab bersama di dalam masyarakat. Jadi, pendidikan adalah suatu proses yang lebih luas daripada proses yang berlangsung di dalam sekolah saja. Pendidikan adalah suatu aktivitas sosial yang memungkinkan masyarakat tetap ada dan berkembang. Di dalam masyarakat yang kompleks fungsi pendidikan ini mengalami proses spesialisasi dan melembaga dengan pendidikan formal yang senantiasa tetap berhubungan dengan proses pendidikan informal di luar sekolah.
            Dari uraian di atas memberikan orientasi bahwa pendidikan selalu saling ada hubungan antara pendidikan formal dan informal, karena paling tidak bahwa keberadaan pendidikan formal adalah untuk mempersiapkan tenaga-tenaga yang mampu memangku suatu jabatan dalam fungsi sosial di masyarakat dalam upaya meningkatkan dan memajukan masyarakat baik mental, berfikir, jenis-jenis keterampilan.[4] Dan bahwa pendidikan itu melaksanakan fungsi seluruh aspek kebutuhan hidup untuk mewujudkan potensi manusia sebagai aktualitas sehingga mampu menjawab tantangan dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh umat manusia dalam dinamika hidup dan perubahan yang terjadi pada masa-masa yang akan datang.[5]
            Dengan demikian fungsi pendidikan dalam kehidupan manusia untuk menjadikan manusia yang berkualitas. Dalam artian manusia yang mempunyai keterampilan, kecerdasan dan perilaku yang dapat memberikan pengaruh baik dalam masyarakat bahkan dapat mengubah keadaan masyarakat ke arah yang lebih baik. Baik itu pendidikan formal maupun informal.
B.     Peranan Lembaga Pendidikan
1.      Lembaga Pendidikan Keluarga
Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama, karena dari keluarga anak pertama-tama mendapat didikan dan bimbingan dan sebagian besar kehidupan anak adalah di dalam keluarga.

Tugas utama dari keluarga bagi pendidikan anak adalah sebagai peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup. Sifat dan tabiat anak sebagian besar diambil dari kedua orang tuanya dan dari anggota keluarga yang lain.[6]
Dengan demikian pendidikan keluarga memiliki peranan yang sangat penting terhadap pendidikan anak, antara lain:
a.       Pengalaman Pertama Masa Kanak-kanak
Lembaga pendidikan keluarga memberikan pengalaman pertama yang merupakan faktor penting dalam perkembangan pribadi anak, sebab dari sinilah keseimbangan jiwa di dalam perkembangan individu selanjutnya ditentukan.
b.      Menjamin Kehidupan Emosional Anak
Kehidupan emosional merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam membentuk pribadi seseorang, karena adanya kelainan-kelainan dalam perkembangan pendidikan individu oleh kurang berkembangnya kehidupan emosional secara wajar.
c.       Menanamkan Dasar Pendidikan Moral
Dalam sebuah keluarga perilaku orang tua menjadi teladan oleh seorang anak dan anak suka meniru perbuatan orang tuanya. “Rasa cinta, rasa bersatu dan lain-lain perasaan dan keadaan jiwa yang pada umumnya sangat berfaedah untuk berlangsungnya pendidikan, teristimewa pendidikan budi pekerti, terdapatlah di dalam hidup keluarga dalam sifat yang kuat dan murni, sehingga tak dapat pusat-pusat pendidikan lainnya menyamainya”[7]
d.      Memberikan Dasar Pendidikan Sosial
Yaitu dengan menumbuhkan benih-benih kesadaran sosial lewat tolong-menolong dalam kehidupan keluarga, gotong royong, menjaga ketertiban, kedamaian dan lain-lain.

e.       Peletakan Dasar-dasar Keagamaan
Mengenalkan ilmu-ilmu agama, mengajari mengaji al-quran dan lain-lain. Hal ini sangat memupuk keagamaan anak.
Dengan demikian peranan lembaga pendidikan keluarga merupakan pendidikan dasar untuk membentuk pribadi anak.

2.      Lembaga Pendidikan Sekolah
Pendidikan sekolah pada dasarnya merupakan lanjutan dari pendidikan keluarga hanya saja pendidikan di sekolah diperoleh secara teratur, sistematis, bertingkat, dan dengan mengikuti syarat-syarat yang jelas dan ketat. Peranan sekolah yaitu:[8]
a.       Anak didik belajar bergaul sesama anak didik, antara guru dengan anak didik, dan antara anak didik dengan orang yang bukan guru.
b.      Anak didik belajar menaati peraturan-peraturan sekolah.
c.       Mempersiapkan anak didik untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna bagi agama, bangsa dan negara.
Dapat dikatakan pendidikan sekolah merupakan pembentukan kecerdasan, minat serta bakat pada anak untuk dikembangkan.
3.      Lembaga Pendidikan Masyarakat
Masyarakat merupakan lembaga ketiga setelah keluarga dan sekolah. Pendidikan dalam masyarakat dampaknya lebih luas. Corak dan ragam pendidikan yang dialami seseorang dalam masyarakat banyak sekali, meliputi segala bidang, baik pembentukan kebiasaan-kebiasaan, pembentukan pengertian-pengertian (pengetahuan) sikap dan minat, maupun pembentukan kesusialaan dan keagamaan. [9]
Jadi dapat dikatakan bahwa pendidikan masyarakat merupakan aplikasi dari pendidikan keluarga dan sekolah. Dalam pendidikan masyarakat ini lebih kepada pendidikan penyesuaian terhadap masyarakat.
Ketiga lembaga pendidikan tersebut melakukan kerjasama diantara mereka baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan saling menopang kegiatan yang sama secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama. Dengan kata lain, perbuatan mendidik yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak juga dilakukan oleh sekolah dengan memperkuatnya serta dikontrol oleh masyarakat sebagai lingkungan bagi lingkungan sosial anak.[10]













BAB III
PENUTUP

Simpulan
            Pendidikan adalah proses hidup dan kehidupan yang berjalan bersama tidak terpisah satu sama lainnya. Pendidikan berfungsi memberikan arah terhadap pertumbuhan dan perkembangan manusia dan lingkungannya. Baik itu dalam hal kepribadian, kecerdasan maupun keterampilan dalam bertingkah laku terhadap orang lain. Dengan fungsi pendidikan ini manusia dapat memperbaiki hidupnya ke arah yang lebih baik dan menjadikan manusia menjadi manusia yang sebenarnya. Manusia yang memiliki nilai-nilai kepribadian yang luhur dalam masyarakat. Fungsi pendidikan didukung dengan aktivitas lembaga-lembaga pendidikan yang berperan untuk menyampaikan ataupun memberikan pendidikan atau bimbingan pada manusia.
            Lembaga pendidikan ada 3 yaitu:
1.      Keluarga adalah lembaga pendidikan yang penting dan merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama bagi seorang anak.
2.      Sekolah yaitu lembaga pendidikan yang membantu keluarga untuk mendidik anak-anak.
3.      Masyarakat merupakan penyesuaian dari lembaga pendidikan keluarga dan sekolah.
Selanjutnya, ketiga lembaga pendidikan tersebut dengan perannya masing-masing saling berkaitan, dengan berjalannya peranan lembaga-lembaga pendidikan ini maka tujuan pendidikan yang ingin dicapai akan tercapai.


DAFTAR PUSTAKA

Brameld, Theodore. 1965. Education as Power. Boston (USA): Boston University

Hasbullah. 2005. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Idris, Zahara. 1981. Dasar-dasar Kependidikan. Bandung: Angkasa

Indar, Djumberansyah. 1994. Filsafat pendidikan. Surabaya: Karya Abditama

Indrakusuma, Amir Nadien. 1973. Pengantar Ilmu Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional

Pidarta, Made. 2000. Landasan Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Richey, Robert W. 1968. Planning for Teaching an Introduction. New York: Harper dan Brothers


[1] Djumberansyah Indar, Filsafat Pendidikan.(Surabaya: Karya Abditama, 1994)., hal. 16
[2] Theodore Brameld, Education as Power. (Boston (USA): Boston University, 1965)., hal.9
[3] Robert W. Richey. Planning for Teaching and Introduction. (New York: Mc. Graw-Hill Book Coy, 1968)., hal. 489
[4] Djumberansyah Indar.Op.Cit., hal. 105
[5] Ibid., hal. 108
[6] Amir Daien Indrakusuma. Pengantar Ilmu Pendidikan. (Surabaya: Usaha Nasional, 1973)., hal.109
[7] Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa . Karya Ki Hajar Dewantara Bag.I .Yogyakarta, 1962, hal.71 dikutip Soewarno. Pengantar Umum Pendidikan.( Jakarta: Aksara baru, 1985)., hal. 69
[8] Zahra Idris. Dasar-dasar Kependidikan. (Bandung: Angkasa, 1981)., hal. 69
[9] Hasbullah. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2005)., hal. 39-55
[10] Ibid., hal. 37

No Response to "Pengertian,Fungsi, Dan Peranan Lembaga Pendidikan"

Poskan Komentar